hollaaaaa. . . . .

Plenndh . .

Rabu, 28 Mei 2008

d'masiv

PERUBAHAN: d’Masiv

MENARIK mencermati perjalanan karir band yang kini bernama d’Masiv [dulu Massive]. Awal karir bermusik yang cuma senang-senang seperti layaknya anak-anak band mula-mula, kemudian jadi jagoan festival dengan mengusung progresif-rock, dan bermuara jadi band rekaman dengan liku pop yang [ternyata] jadi kental.

Semua itu “gara-gara” Rian [vokal], Riki [gitar], Rai [bass], Rama [gitar] dan Wahyu [drum] menjadi kampiun di perhelatan nasional mencari band-band jualan di industri pop. Resikonya, d’Masiv nggak bisa bereksplorasi dengan skill dan memainkan musik yang njlimet. Pop saja!

INI terasa sekali dalam album perdananya yang diberi titel ‘PERUBAHAN’. Band ini bertransformasi menjadi band pop yang ‘untungnya’ punya sisi lain yang bisa dijual. Apa itu?

Simaklah single pertamanya ‘Cinta Ini Membunuhku’ yang sudah wira-wiri di radio dan televisi. Jujur saja, meski secara karakter vokal, Rian kuat banget di track lambat ini, tapi 2-3 tahun terakhir “kuping-meleleh” dibombardir tipikal lagu seperti ini. Sekedar catatan: d’Masiv punya style “halus” di musikalitas lagu ini. Bedanya, Rian memberi aksen “laki-laki” pada vokalnya.

Model-model lagu “pasar” ini masih dibuat juga di track ‘Merindukanmu’. Dengan sedikit part-part rock-ballad, d’Masiv tampaknya “kompromi habis-habisan” dengan tipikal tembang seperti ini. Salah? Loh ya tidak, itu resiko masuk industri yang mengagungkan “kuantitas” kok.

Kemudian mencoba menggelontor dengan pop ‘rica-rica’ beraroma dance, tapi tetap dengan ornamen rock yang coba-coba dipadupadan dengan vokal serak Rian. Bagus? Sayangnya, tidak! d’Masive seperti band kafe yang coba bersenang-senang saja saat dapat kesempatan bikin album. Ini track paling tidak “bernyawa” tampaknya.

Ornamen sejenis juga muncul di track berjudul ‘Sebelah-Mata’ yang terdengar riang dan melompat-lompat. Ada riff gitar Riki dan Rama yang coba menyelusup dengan nakal memakai idiom rock. Agak susah memang mematikan ‘roh” rock yang kental mereka pegang, tapi yah apa boleh buat, mereka kudu ngerem dengan maksimal.

Satu lagi, kualitas rekamannya kok rada “mendem” ya? Denger-dengar, mixingannya nggak maksimal? Nguber target karena sudah diuber perhelatan yang sama tahun 2008 ini? Entahlah, tapi itulah resiko band yang jadi juara kompetisi tahunan. Album ini bukan karakter d’Masiv yang tulus, tapi karakter pedagang yang buru-buru cari untung. Mereka masih bisa lebih kok…. (tembang.com)

afgan

Afgan Syah Reza

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari
Afgan Syah Reza

Latar belakang
Nama lahir Afgan Syah Reza
Lahir 27 Mei 1989 (umur 18)
Indonesia
Genre pop, soul, R&B, jazz
Pekerjaan penyanyi
Tahun aktif 2008 - sekarang
Perusahaan rekaman Sony-BMG

Afgan Syah Reza (lahir Jakarta, 27 Mei 1989; umur 18 tahun) adalah penyanyi Indonesia. Anak kedua dari empat bersaudara pasangan Lola Purnama dan Loyd Yahya ini merilis debut albumnya berjudul Confession No.1 di bulan Januari 2008. Album yang diisi dengan 13 lagu ini kental terasa dipengaruhi pop, soul, R&B, dan jazz dan mengandalkan lagu "Terima Kasih Cinta", "Klise", dan "Tanpa Batas Waktu". Sementara penggarapan video klip untuk lagu "Terima Kasih Cinta" dengan bintang Thalita Latief, dikerjakan oleh sutradara Jose Purnomo. Album ini diproduksi oleh Wanna B Production dan didistribusikan di bawah label PT Sony-BMG dan penggarapannya dibantu sejumlah musisi ternama antara lain Fajar LMN, Harry Budiman (produser Tangga), Deddy Dhukun, dan Dian Pramana Putra, dan Bebi Romeo sebagai komposer.[1][2]

Afgan dibesarkan di tengah keluarga yang suka menikmati musik. Bahkan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini sejak SMU sudah sering didaulat untuk menyanyi, namun selalu menolak karena sifatnya yang pemalu. Karirnya diawali ketika bersama teman-temannya berkunjung ke WannaB Instant Recording Studio. Di studio ini mereka menyanyi dan merekamnya dalam CD untuk koleksi pribadi. Diluar dugaan ternyata suara emas Afgan terpantau oleh Produser WannaB yang langsung menawarinya rekaman. Awalnya sempat ragu tapi akhirnya diterima juga dan langsung masuk dapur rekaman. Ternyata album pertamanya disuka peminat musik dan mampu menempati posisi tertinggi di Chart radio dan TV terkemuka di Indonesia.

tarix jabrix

THE TARIX JABRIX



CACA SUTARYA A.K.A CACING (TRIA CHANGCUT, Vokalis THE CHANGCUTERS), a natural born leader yang enerjik, ingin menjadi anggota THE ROAD DEVIL, Geng Motor paling brutal dan ditakuti di Kota Bandung. Tapi ia tidak sampai hati untuk melakukan ujian yang diberikan karena tidak sesuai dengan hati nuraninya

Akhirnya ia mengajak teman-teman dekatnya DADANG MODIP (Drummer THE CHANGCUTERS), COKI & CIKO (Guitar THE CHANGCUTERS) serta MULDER (Bassist THE CHANGCUTERS). Mereka membentuk geng motor dengan nama The TariX JabriX yang nongkrong di BENGKEL SUGEMA milik Pak Rohim (Sellen Fernandez), Ayah Dadang. Seorang cewek magang di bengkel itu, namanya Mayang (Francine Roosenda). Teman-teman Dadang naksir sama Mayang. Sementara Cacing sedang mendekati CALLISTA (Carissa Putri), primadona sekolah

Tapi Callista sering dijemput cowoknya, Valdin (Andrew), temen kakaknya, Max (Ario Bayu) pentolan The Smokers, Geng Motor Gede. Diam-diam Callista menaruh hati pada Cacing yang dianggap lucu, menyenangkan dan enak diajak ngobrol

Kedekatan Callista dan Cacing membuat hubungan Callista dan Valdin renggang, Valdin tidak terima. Akhirnya The TariX JabriX berseteru dengan The Smokers. Cacing memberitahu Callista bahwa ada anak buah kakaknya yang membawa narkoba. Cacing dkk berinisiatif untuk membongkar kasus ini, setelah Callista mengatakan bahwa The Smokers adalah geng motor yang bersih

Niat baik The TariX JabriX untuk membongkar kasus ini lagi-lagi mendapat halangan dari Valdin dan Max. The Smokers merasa bahwa Cacing hanya cari gara-gara. Kedua geng ini berseteru, mereka siap tawuran meski jumlah The Smokers lebih unggul dan persiapan Cacing hanya satu hari. Berhasilkah Cacing dan The TariX JabriX melawan tantangan The Smokers?

Saksikan film paling bodor dan romantik ini 17 April 2008


Jenis Film :
Comedy
Produser :
Chand Parwez Servia
Produksi :
Starvision Plus

ayat ayat cinta

cinta yang biasa. Ini tentang bagaimana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup dengan cara Islam. Fahri bin Abdillah (Fedi Nuril) adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al Ahzar. Berjibaku dengan panas-debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Semua target dijalani Fahri dengan penuh antusiasme kecuali satu: menikah. Kenapa? Karena Fahri adalah laki-laki taat yang begitu ‘lurus’. Dia tidak mengenal pacaran sebelum menikah. Dia kurang artikulatif saat berhadapan dengan mahluk bernama perempuan. Hanya ada sedikit perempuan yang dekat dengannya selama ini. Neneknya, Ibunya dan saudara perempuannya. Betul begitu? Sepertinya pindah ke Mesir membuat hal itu berubah

Tersebutlah Maria Girgis (Carissa Putri). Tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al Quran. Dan menganggumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayang cinta Maria hanya tercurah dalam diary saja. Lalu ada Nurul (Melanie Putria). Anak seorang kyai terkenal yang juga mengeruk ilmu di Al Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis manis ini. Sayang rasa mindernya yang hanya anak keturunan petani membuatnya tidak pernah menunjukkan rasa apa pun pada Nurul. Sementara Nurul pun menjadi ragu dan selalu menebak-nebak. Setelah itu ada Noura (Zaskia Adya Mecca). Juga tetangga yang selalu disika Ayahnya sendiri. Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingin menolongnya. Sayang hanya empati saja. Tidak lebih. Namun Noura yang mengharap lebih. Dan nantinya ini menjadi masalah besar ketika Noura menuduh Fahri memperkosanya

Terakhir muncullah Aisha (Rianti Cartwright). Si mata indah yang menyihir Fahri. Sejak sebuah kejadian di metro, saat Fahri membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku, Aisha jatuh cinta pada Fahri. Dan Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya. Lalu bagaimana bocah desa nan lurus itu menghadapi ini semua? Siapa yang dipilihnya? Bisakah dia menjalani semua dalam jalur Islam yang sangat dia yakini?

Pertunjukkan khusus film “AYAT-AYAT CINTA” mulai tanggal 22 - 27 Februari 2008 hanya PLAZA SENAYAN XXI pukul 21.00 dan 21.30 WIB dan di MEGA BEKASI XXI pukul 21.00 WIB

Penayangan serentak di seluruh Indonesia film AYAT-AYAT CINTA mulai tanggal 28 Februari 2008

knalanddhh !!!

hy...
ich bin widya...
aqhu ckulah in green campuzz..
skrg aqhu ru clz x(6)..
yung uda mzuk blog aqhu,,
dont 4get ngasiy comment yupz!!
dah dlu. . .
buye..